Delhi University VC meletakkan batu pertama blok akademik baru di Kamala Nehru College

Wakil Rektor Universitas Delhi Yogesh Singh Senin meletakkan batu pertama blok akademik baru di Kamala Nehru College (KNC).

“Blok akademik baru ini merupakan bagian dari rencana perluasan infrastruktur OBC yang akan memiliki ruang kuliah dan laboratorium yang tersebar di tiga tingkat. Batu fondasi bangunan saat ini diletakkan pada tahun 1972 oleh Presiden Shri VV Giri saat itu dan bangunan tersebut diresmikan oleh Shrimati Indira Gandhi pada tahun 1974, ”kata pihak kampus dalam sebuah pernyataan.

Blok baru akan dibangun di atas lahan seluas 1.250 meter persegi dengan basement, lantai dasar, lantai mezzanine, dan lantai satu.
“Di lantai dasar terdapat ruang kuliah dengan kapasitas tempat duduk 180 orang dengan ruang hijau, ruang perlengkapan, gudang, dan toilet termasuk untuk difabel. Pangkalan memiliki sembilan ruang tutorial, ruang staf, dan loker. Lantai mezzanine memiliki loteng dan gudang,” kata pihak kampus.

“Lantai pertama ada ruang kelas, serambi teras, dan jembatan menuju gedung-gedung yang ada. Semua ruang kelas akan menjadi ruang kelas yang cerdas. Ini adalah bangunan komitmen ramah lingkungan yang mencerminkan perguruan tinggi untuk masa depan yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Pada acara Senin, selain Singh, pejabat senior lainnya juga hadir antara lain Dekan Kolese Balaram Pani, Direktur South Campus Prakash Singh, dan Ketua Badan Pengurus KNC Jaydeep Ahuja.

Sesuai protokol Covid, jumlah peserta dibatasi. Acara ini disiarkan langsung di saluran YouTube kampus.
Berbicara pada acara tersebut, Kepala Sekolah Kalpana Bhakuni berbicara tentang bagaimana teknologi digital telah digunakan oleh perguruan tinggi untuk “melanjutkan proses belajar mengajar dengan lancar selama pandemi”.

“Kampus membantu mahasiswa melalui ‘Recharge the Learning Scheme’ dimana mahasiswa dibantu untuk mengisi ulang data sehingga dapat melanjutkan kuliah online tanpa hambatan apapun,” ujarnya.

VC Singh berbicara tentang Kebijakan Pendidikan Nasional (NEP) dan menekankan perlunya “mendorong imajinasi, orisinalitas, dan kreativitas pada siswa”. Dia juga mengatakan NEP tidak akan menyebabkan hilangnya pekerjaan dan menekankan pemahaman “semangat NEP” dan menciptakan lingkungan yang positif sambil bekerja untuk kesejahteraan siswa.

“Ini adalah tanggung jawab perguruan tinggi untuk memberikan pola pikir yang beradab kepada negara, kepada masyarakat, dan jika kita tidak melakukannya maka perlu dikoreksi”. Ia meminta para guru untuk mendukung NEP dan memberikan saran karena guru adalah episentrum pendidikan.

.

Leave a Comment